ANALISIS POLA PIKIR dan
TINGKAH LAKU PELAJAR di ERA GLOBALISASI
DITUJUKAN
UNTUK KRIDA FAKULTAS EKONOMI 2012
Disusun
oleh :
FEBBY MEILANY NIM/BP. 1202641/2012
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
2012
Kata Pengantar
Puji
syukur Alhamdulillah penulis ucapkans ke hadirat Allah SWT, atas ‘nayah dan
hidayah-Nya yang telah deberikan, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
ini yang berjudul“ analisis pola pikir dan tingkah laku
pelajar di era globalisasi” .
Shalawat dan salam penulis kirimkan buat baginda rasulullah Muhammad SAW,
keluarga, sahabat, dan para pengikutnya sekalian .
Makalah
ini dibuat sebagai syarat untuk memenuhi tugas Krida Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Padang.
Dalam
kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu menyalurkan ide dan pikiran demi terwujudnya makalah ini.
Akhir
kata Penulis mengharapkan kritik dan saran pembaca untuk mewujudkan
kesempurnaan makalah ini.
Padang, Oktober
2012
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Generasi muda berperan penting
dalam perjuangan dan pembangunan bangsa
Indonesia. Berbagai bentuk perjuangan baik fisik ataupun fikiran. Generasi muda
memiliki poros yang penting bagi suatu negara. Punah atau tidaknya, mundur atau
majunya suatu negara bergantung pada generasi mudanya. Dikutip dari buku Benjamin Fine yang berjudul
1.000.000 Deliquents, mengatakan bahwa “
a generation who will one day become our national leader”. Generasi muda
adalah pelurus dan penerus bangsa.
Generasi muda yang hidup dalam masa
kemerdekaan dan perjuangan akan cenderung memiliki kreativitas tinggi,rajin,
mempunyai semangat belajar yang tinggi , bijaksana dalam mengambil keputusan,
berjiwa kepemimpinan untuk melakukan perubahan dan mempertahankan budaya serta
harkat dan martabat Indonesia
Pada saat ini, generasi muda yang
hidup dalam kondisi nyaman, aman, tentram cenderung apatis, tidak banyak
berbuat hanya mempertahankan apa yang telah di capai tanpa keinginan dan kerja
keras untuk mencapai sesuatu yang lebih baik lagi. Bahkan generasi muda saat
ini cenderung tidak produktif malah sebaliknya bersikap konsumtif, seharusnya
melalui generasi muda terlahir inspirasi dan ide-ide kreatif untuk mengatasi
persoalan atau masalah.
Generasi muda khususnya dikalangan
pelajar saat ini mulai kehilangan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia itu
sendiri. Hal ini dikarenakan perkembangan zaman yang sangat pesat. Menurut Achmad Suparman globalisasi merupakan suatu proses menjadikan
sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini
tanpa dibatasi oleh wilayah. Di era globalisasi seperti saat ini telah
membuat kehidupan mengalami perubahan yang signifikan, akibatnya terdapat
dampak positif dan negatif dari perubahan ini.
Masa-masa remaja dapat dikatakan
masa yang paling menyenangkan. Sebagian besar remaja khususnya pelajar masih
memiliki sifat labil atau mengikuti perkembangan sekitarnya. Banyak remaja beranggapan bahwa mereka dapat dengan bebas melakukan apa yang
mereka suka dan dianggap tidak modern
atau ketinggalan zaman jika tidak mengikuti perkembangan zaman.
Dengan
sifat seperti itu, akan lebih banyak dampak globalisasi yang mereka dapatkan
secara tidak sadar. Baik itu dampak positif maupun negatif. Sumber dari
dampak-dampak bagi para remaja umumnya mudah didapatkan dari perkembangan
pendidikan dan ilmu pengetahuan, perkembangan dalam media komunikasi,
elektronik, termasuk internet, dan juga dalam perkembangan moral dan budaya. Di
lihat dari sisi negatifnya, sangat banyak dampak dari globalisasi di kalangan
masyarakat pelajar. Degradasi moral dan sosial budaya yang cenderung kepada
pola-pola perilaku menyimpang. Hal ini sebagai dampak pengabdopsian budaya luar
secara berlebihan dan tak terkendali oleh sebagian pelajar. Persepsi budaya
luar ditelan mentah-mentah tanpa
memfilterisasi terlebih dahulu.
Konsep akan globalisasi menurut Robertson (1992), mengacu
pada penyempitan dunia secara insentif dan peningkatan kesadaran kita akan
dunia, yaitu semakin meningkatnya koneksi global dan pemahaman kita akan
koneksi tersebut. Globalisasi memiliki banyak penafsiran dari berbagai
sudut pandang. Pengertian lain dari globalisasi seperti yang dikatakan oleh
Barker (2004) adalah bahwa globalisasi merupakan koneksi global ekonomi,
sosial, budaya dan politik yang semakin mengarah ke berbagai arah di seluruh
penjuru dunia dan merasuk ke dalam kesadaran kita. Produksi global atas produk
lokal dan lokalisasi produk global Globalisasi adalah proses dimana berbagai
peristiwa, keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa
konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia yang
lain.(A.G. Mc.Grew, 1992).
Media
massa atau media informasi berperan penting terhadap proses globalisasi . Kemajuan iptek
melahirkan berbagai media yang mutakhir seperti televisi handphone, dan
lain-lain. Media massa dalam hal ini seharusnya memberi asupan-asupan positif
bagi pelajar, khususnya media massa yang menjadi konsumsi sehari-hari seperti
surat kabar dan televisi. Banyaknya informasi yang bisa diperoleh dari media
tersebut menyebabkan para pelajar menyalahgunakan media tersebut. Tanyangan
atau berita yang mereka lihat dijadikan suatu kebudayaan baru sesuai dengan
kemajuan zaman.
Dilihat dari sikap, banyak
anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek
tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut
kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh
riilnya adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang
menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat. Moral generasi bangsa menjadi
rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai
nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa
sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah
penerus masa depan bangsa.
Dalam hal ini peran serta orang tua
dan pihak sekolah diperlukan untuk mengatasi . Banyak cara yang dapat ditempuh,
diantaranya : pembekalan agama yang diberikan orang tua sejak dini kepada para
pelajar, pendidikan aqidah akhlak setiap minggu kepada pelajar oleh pihak
sekolah, gerakan iqra (membaca),
menanamkan aqidah shahih (tauhid)
akhlak atau perilaku, dan istiqamah pada agama yang dianaut, pembentukan organisasi-organisasi untuk
menyalurkan minat dan bakat siswa diluar jam belajar, melakukan gerakan budaya perlawanan (counter culture) terhadap budaya
populer yang boros dan hedonis di media, khususnya televisi..
Berdasarkan
fenomena di atas penulis tertarik untuk mendeskripsikan tentang “ analisis pola pikir dan tingkah laku
pelajar di era globalisasi” dengan tujuan memberikan informasi tentang
dampak negatif perkembangan pola pikir dan tingkah laku pelajar di era
globalisasi serta upaya penanggulangannya.
B. IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah di
atas, maka diperoleh beberapa permasalahan sebagai berikut:
1.
Perbedaan pola pikir dan tingkah laku
pelajar pada masa sebelum dan sesudah
era globalisasi.
2.
Hilangnya nilai-nilai luhur budaya
Indonesia di kalangan pelajar di era globalisasi.
3.
Kurangnya filterisasi terhadap budaya
luar yang masuk dan berkembang di era globalisasi.
4.
Rendahnya moral dan etika pelajar di era
globalisasi .
C. BATASAN MASALAH
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka penulis
membatasi masalah “ analisis pola pikir dan tingkah laku pelajar di era
globalisasi.”
D. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan batasan masalah di
atas,maka rumusan masalah sebagai berikut :
1.
Bagaimana pola pikir dan tingkah laku
pelajar di era globalisasi ?
2.
Apa dampak negatif yang ditimbulkan oleh
pola pikir dan tingkah laku pelajar di era globalisasi?
3.
Apa upaya-upaya yang dapat dilakukan
untuk merubah pola pikir dan tingkah laku pelajar di era globalisasi?
E. TUJUAN
Tujuan dari penulisan
ini adalah untuk mendeskripsikan tentang:
1.
Analisis pola pikir dan tingkah laku
pelajar di era globalisasi
2.
Dampak negatif yang ditimbulkan oleh
pola pikir dan tingkah laku pelajar di era globalisasi
3.
Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk
merubah pola pikir dan tingkah laku pelajar di era globalisasi.
F. MANFAAT PENULISAN
1.
Bagi Orang Tua
Menjelaskan
dan memberitahukan tentang dampak globalisasi bagi pola pikir dan tingkah laku
putra-putri mereka. Sehingga orang tua dapat memberikan
upaya-upaya pencegahan sedini mungkin
kepada putra-putrinya sebelum mereka terpengaruh dalam era globalisasi.
2.
Bagi Sekolah
Memberikan
masukan kepada sekolah untuk membuat atau membentuk organisasi-organisasi yang
sesuai minat dan bakat siswa/siswi diluar jam belajar. Agar siswa dapat
melakukan kegiatan positif setelah pulang sekolah.
Menjadi bahan pertimbangan untuk memberikan sosialisai pembenaran kepada siswa,
dalam rangka pembentukan akhlak atau perilaku siswa.
3.
Bagi Pelajar
Meningkatkan kesadaran pelajar untuk berpikir kritis dan bertingkah laku sesuai
dengan norma-norma yang berlaku.
4.
Bagi Penulis
Dapat mengetahui pengaruh
globalisasi terhadap pola pikir dan tingkah laku.
5.
Bagi Masyarakat
Menambah wawasan pembaca tentang
pola pikir dan tingkah laku pelajar di era globalisasi. sebagai bahan informasi
mengenai dampak negative dan positifnya Globalisasi dan dapat dijadikan sebagai
bahan pertimbangan untuk mengukur keberhasilan yang dicapai oleh suatu lembaga
pendidikan dalam mensosialisasikan dampak negatifnya globalisasi.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
1. Pengertian Pola Pikir dan Tingkah Laku
Pola pikir adalah pola-pola dominan yang
menjadi acuan utama seseorang untuk bertindak. Pola yang menetap dalam pikiran bawah sadar seseorang.
Pengalaman yang direkam dalam pikiran bawah sadar membentuk pola pikir.
Pengalaman yang dimiliki seseorang dapat bersifat positif maupun negatif . Tanpa
disadari lingkunga sekitar kita dapat
membentuk pola pikir negatif yang dapat merusak diri sendiri.
Pola pikir akan
terbentuk melalui “ IMPRINT “ yaitu proses pembiasaan diri atau pengalaman yang
direkam sejak masa kecil pada seseorang. Sedangkan imprinting adalah suatu
proses reaksi tingkah laku yang diperoleh orang selama masih sangat muda dalam
kehidupan. Ada dua jenis pola pikir ( mindset),
yaitu :
1.
Pola Pikir Tetap ( fixed mindset ), yaitu pola pikir yang tidak dapat ditingkatkan.
Ini adalah pola pikir yang negatif, pesimis , tidak percaya diri , puas dengan
keadaan yg sekarang.
2.
Pola Pikir Berkembang ( growth mindset ), yaitu pola pikir (pandangan) yang dapat
dikembangkan melalui praktik, pelatihan, cara/metode yang tepat. Ini adalah
pola pikir yang positif dan optimis, selalu ingin berusaha, berjuang terus,
percaya bahwa bisa lebih maju.
Dari dua jenis
jenis pola pikir diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa intinya adalah agar
kita sadar bahwa pola pikir manusia itu bisa dirubah dan dikembangkan , oleh
karena itu terus kembangkan kemampuan dan potensi diri Anda untuk lebih baik
dan sukses. Tidak perlu menyembunyikan kekurangan atau kegagalan Anda, tapi
carilah jalan keluarnya. Anda mempunyai peluang berkembang secara tidak
terbatas , tergantung pada usaha , perjuangan dan doa Anda. “Penemuan terbesar
dari generasi kita adalah bahwa manusia dapat mengubah kehidupan mereka dengan
mengubah cara berpikir mereka (William James )”.
Pola
pikir pelajar dapat berubah dan di rubah. Merubah pola pikir/mindset seseorang
hendaknya dengan cara lebih dahulu merubah kepercayaan atau keyakinannya (
belief ). Menurut Bill Gould Pakar Transformational
Thingking bahwa :
Manusia terdiri atas 3 sistem :
1.Sistem Perilaku ( behavior system )
Sistem Prilaku / Behavior System adalah cara
kita berinteraksi dengan dunia luar, juga interaksi kita dengan realitas
sebagaimana kita mengerti realitas itu. Prilaku mempengaruhi pengalaman dan
sebaliknya, kemudian pengalaman mempengaruhi sistem berpikir kita. Itulah
sebabnya apabila ada usaha seseorng utk merubah sistem prilaku kita, biasanya
kita akan menolak & marah.
2.Sistem Berpikir ( Thingking system )
Sistem
Berpikir ( Thingking System ) berlaku sebagai filter dua arah yang
menerjemahkan berbagai kejadian atau pengalaman yang kita alami menjadi suatu
kepercayaan. Selanjutnya kepercayaan ini akan mempengaruhi tindakan kita,
sehingga menciptakan realitas bagi diri kita. Dengan mempelajari ketrampilan
berpikir yang baru, kita dapat merubah sistem kepercayaan dan sistem prilaku
kita.
3.Sistem Kepercayaan ( Belief system ).
Sistem
Kepercayaan atau Belief System adalah
inti dari segala sesuatu yg kita yakini sebagai realitas, kebenaran, nilai
hidup dan segala sesuatu yang kita tahu mengenai dunia ini. Merubah
kepercayaan ( belief ) merupakan
hal yang sangat sulit. Belief (
kepercayaan) adalah sesuatu yang kita yakini benar, sehingga begitu kita
meyakini sesuatu sebagai hal yang benar, maka kita akan sulit mengubah
keyakinan kita itu
Tahapan
dari pola pikir selanjutnya adalah pola sikap atau tingkah laku yang merupakan
cara atau upaya yang dilakukan seseorang untuk melaksanakan pola pikir yang
diyakininya. Dari pola sikap yang
tergambar secara sosial dan individu itulah kita bisa melakukan analisa
bagaimana pola pikir seseorang. Perilaku atau akhlak merupakan tingkah laku atau tanggapan
seorang terhadap lingkungan, sifat-sifaat kejiawaan,akhlak atau budi pekerti
yang menjadi ciri khas seorang. secara etimologi akhlak berasal dari kata khalaqa yang berarti mencipta, membuat,
atau menjadikan. Akhlak adalah kata
yang berbentuk mufrad, jamaknya adalah khuluqun,
yang berarti tabiat, adat atau khalakun
yang berarti kejadian, buatan, ciptaan. Jadi akhlak (perilaku) adalah
tabiat atau sistem perilaku yang dibuat manusia, bisa baik atau buruk
tergantung kepada tata nilai yang dipakai sebagai landasan. Sedangkan menurut Notoatmodjo
(2003) dalam Skinner merumuskan bahwa “perilaku merupakan respon atau reaksi
seseorang terhadap stimulus atau rangsangan dari luar”.
Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap
organisme, dan kemudian organisme tersebut merespons, maka teori Skinner ini
disebut teori “S-O-R” atau Stimulus-Organisme-Respon.
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode
deskriptif. Penulis mencoba mendeskripsikan tentang analisis pola pikir dan tingkah
laku pelajar di era globalisasi.
Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan
teknik (library research ). Penulis
mengkaji bebagai sumber yang berasal dari buku, artikel, dan internet.
1. Pendahuluan
Pendahuluan berisi gambaran
umum tentang arti dari pola pikir dan tingkah laku pelajar. Kemudian diakhiri
dengan tujuan penulisan ini, yaitu menjelaskan tentang “analisis pola pikir dan tingkah laku pelajar di era globalisasi”.
2.
Tinjauan Pustaka
Merupakan basis untuk dapat
menganalisis permasalahan dan diperoleh dari berbagai referensi.
3.
Metodologi Penulisan
Merupakan tentang metode
yang digunakan dalam menyusun makalah ini dan sistematika penulisan.
4.
Pembahasan
Merupakan inti dari
penulisan makalah ini, dimana dasar teori yang diperoleh dianalisa dan
dikaitkan satu sama lain.
5.
Penutup
Merupakan bab yang memuat
simpulan dan saran dari keseluruhan isi penulisan.
BAB IV
PEMBAHASAN
A. Analisis pola pikir dan tingkah laku pelajar di era globalisasi
Era
globalisasi telah membawa dampak perubahan besar bagi pola pikir tiap individu
Proses perkembangan globalisasi pada awalnya ditandai kemajuan bidang teknologi
informasi dan komunikasi. Bidang tersebut merupakan penggerak globalisasi. Dari
kemajuan bidang ini kemudian mempengaruhi sektor-sektor lain dalam kehidupan,
seperti bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain. Contoh sederhana
dengan teknologi internet, parabola dan televisi, orang di belahan bumi manapun
akan dapat mengakses berita dari belahan dunia yang lain secara cepat. Hal ini
akan terjadi interaksi antar masyarakat dunia secara luas, yang akhirnya akan
saling mempengaruhi satu sama lain, terutama pada Pelajar dalam kehidupan
sehari-hari, seperti keadaan tersebut mempengaruhi cara berpikir dan berprilaku
pelajar sehingga dapat menumbuhkan sifat pelajar yang mengarah pada sebagai
berikut:
1.
Individualistis, yaitu mementingkan diri sendiri.
2.
Materialisme, yaitu aliran yang mementingkan kebendaan sebagai sumber hidup.
3.
Hidonisme, yaitu pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan
kenikmatan adalah tujuan utama dalam hidup.
Di zaman yang serba modern
ini, pelajar semakin lupa terhadap apa yang harus dilakukan sebagai penerus
bangsa, kewajiban seorang murid untuk belajar, patuh kepada guru terlebih lagi
kepada kedua orang tua kurang diperhatikan. pelajar di zaman sekarang lebih
mendahulukan berhura-hura daripada menjalankan kewajiban. Mereka tidak lagi
mempertimbangkan apa yang akan terjadi setelah apa yang mereka lakukan. Padahal
selain merugikan diri mereka sendiri juga dapat merugikan bangsa tempat dimana
mereka tinggali.
Hal inilah yang paling
ditakuti, dimana moral bangsa terabaikan. Banyak orang tua kurang memperhatikan
kehidupan buah hatinya. Mereka cenderung memenuhi kebutuhan fisik saja,
sedangkan rohani mereka terabaikan. Para orang tua sering sibuk dengan profesi
mereka masing-masing. Sementara sang anak dipercayakan kepada orang yang kurang
berwenang terhadap dirinya. Dan itulah yang menyebabkan sang anak hidup dengan
jalan mereka sendiri dengan tanpa arah. Mereka tidak menyadari yang
mereka lakukan adalah awal dari mulai hancurnya bangsa ini. Yang mereka tahu
hanyalah mencari kesenangan untuk menghibur hati dengan tidak mempedulikan
halal haramnya. Sedangkan orang tua mereka tidak mengetehui sama sekali. Jika
kebanyakan orang tua demikian, maka nasib bangsa menjadi taruhannya. Jika moral
bangsa telah tercemar maka tiadalah damai untuk ditempati sebagai sarana
kelangsungan hidup warganya.
B. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh pola pikir dan tingkah laku pelajar di era globalisasi.
Globalisasi adalah
sebuah fakta kehidupan yang tidak dapat kita hindari lagi. Surat kabar dan
media elektronik setiap hari memberikan tentang berbagai hal, seperti sinetron
yang ditonton, berita atau informasi, filem, entertaiment, cerita dan
lain sebagainya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi ini, tidak diragukan
lagi, telah menimbulkan revolusi dalam kehidupan manusia pada abad modern ini.
Hampir tidak ada bidang kehidupan manusia yang luput dari jangkauan kemajuan
tersebut. Dalam bidang komunikasi massa-baik media massa, media cetak maupun
elektronik. Namun media-media tersebut sangatlah berdampak pada pola pikir dan
tingkah laku pelajar, jika tidak difilterisasi dengan baik ada beberapa media
yang dapat berdampak buruk pada pola pikir dan perilaku Pelajar :
1.
Media Monster Bermata Satu atau Televisi
Didalam
televisi banyak hal yang di tampilkan baik hal yang berupa informasi, hiburan,
infotaitment dan lain-lain. Tapi sebenarnya, tanpa disadari kita telah terjebak
dalam suatu bahaya yang ditimbulkannya.
Berita yang disajikan terkadang belum saatnya di tonton oleh remaja atau
film-film yang menggambarkan suasana atau gaya hidup pelajar di kota besar yang
cenderung menyimpang dari hakikat pelajar itu sendiri. Contohnya memakai rok
pendek dan dandan berlebihan kesekolah.
Pelajar yang menonton film-film seperti ini beranggapan bahwa ini adalah
kebudayaan baru yang sesuai dengan perkembangan zaman dan mengimplementasikan
ini di kehidupan sehari-hari. Padahal di kehidupan nyata tidak ada sekolah yang
membiarkan muridnya untuk berpakaian minim dan dandan berlebihan ke sekolah.
2.
Media Cetak
Media cetak adalah salah satu alat
komunikasi massa yang diterbitkan dalam bentuk cetakan seperti koran, majalah
dll. Dewasa ini, penggunaan media sebagai salah satu sarana dalam memberikan
informasi kepada masyarakat luas semakin meningkat. Perkembangan media
cetak memberikan kesempatan yang sangat luas besar bagi masyarakat untuk
mendapatkan informasi mengenai suatu produk atau perusahaan. Dengan
perkembangbiakan media yang sangat pesat sekarang ini, sangat sulit untuk
berkomunikasi dengan konsumen yang terpecah (Alif,2008,Hal 42). Media cetak
sangatlah berpengaruh dalam pola pikir dan pembentukan karakter seorang
pelajar, baik buruknya tergantung media cetak apa yang dikonsumsi.
Dalam
membaca media cetak akhlak atau perilaku soerang pelajar akan menjadi baik jika
media cetak yang dibaca adalah media cetak yang positif. Media positif yang
dimaksud adalah media cetak pembelajaran yang menambah wawasan dan memiliki
manfaat seperti menambah informasi, pengetahuan dll, dalam interaksi
seorang pelajar terhadap lingkungan sekitarnya. Namun dalam positifnya media
cetak memiliki beberapa hal negatif, contohnya media cetak porno yang dikemas
halus dalam media cetak entertaintment yang sering di konsumsi oleh para
pelajar, hal ini sangat berpengarauh terhadap keperibadian pelajar, dan
penilaian karakter seorang pelajar. Sehingga dampak yang ditumbulkan bagi
pelajar adalah sebagai berikut :
a)
Merubah kepribadian secara drastis,penantang, pemarah dan pelawan.
b)
Masa bodoh terhadap dirinya, semangat belajar menurun, berperangai seperti
orang gila.
c)
Maraknya kejahatan seksual terhadap anak-anak dibawah umur.
d)
Hilangnya norma-norma hidup beradat, beragama, dan melecehkan norma hukum.
e)
Berperilaku menjadi penyiksa, putus asa, pemalas.
f)
Tidak mempunyai harapan masa depan.
g)
Kesukaan mengambil (mencuri), milik orang lain.
h)
Berbuat mesum.
i)
Mengganggu ketertiban umum.
j)
Tidak ada penyesalan berbuat kesalahan
Jika
diperhatikan dan dicerna dengan baik, tampak bahwa media masa di era
globalisasi ini sangat merusak pola pikir dan tingkah laku para pelajar. Media
televisi yang membentuk karakteristik dan pola pikir seorang pelajar yang
malas, media cetak membentuk pola pikir dan sikap pelajar yang tidak
berkharisma kepribadian.
C. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pola pikir dan tingkah laku pelajar di era globalisasi.
Berikut ini ada beberapa
upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pola pikir dan tingkah laku
pelajar :
1.
Gerakan iqra (membaca).
Ini
penting karena minat baca pelajar Indonesia sangat rendah untuk menananmkan
budaya membaca bagi pelajar terutama membaca buku pelajaran atau buku yang
dapat menambah wawasan. Gerakan ini dapat dioptimalkan pada kegiatan
ektrakulikuler setiap akhir pekan disetiap sekolah . Laporan terbaru dari Programmer for International Student Assessment (PISA) pada 2003
menyatakan dari 40 negara, Indonesia berada pada tingkat terbawah dalam
kemampuan membaca.
2.
Menanamkan aqidah shahih (tauhid) akhlak atau perilaku, dan istiqamah pada
agama yang dianaut . Menularkan ilmu pengetahuan yang segar dengan tradisi
luhur. Apabila sains dipisah dari aqidah syariah dan akhlaq akan melahirkan
saintis tak bermoral agama, konsekuensinya ilmu banyak dengan sedikit
kepedulian.
3.
Melakukan gerakan budaya perlawanan (counter
culture) terhadap budaya populer yang boros dan hedonis di media, khususnya
televisi. Banyak tayangan televisi tidak
mendidik dan mencerahkan, tapi mengajarkan gaya hidup glamor, kekerasan, dan
mistik yang menumpulkan akal sehat. Pelan tapi pasti, sinetron-sinetron yang
ada di televisi memberikan pengaruh
negatif bagi anak-anak muda, khususnya para pelajar. Imitasi pun banyak
dilakukan, mulai dari cara berpakaian, makan, minum, berbicara hingga bergaul.
Terlebih dengan semakin maraknya dunia maya (internet) dan jejaring sosial.
Banyak sekali dampak negative dari internet bagi para pelajar, namun juga
sangat bermanfaat bagi para pelajar. Melihat hal tersebut, gerakan pelajar
harus mengambil inisiatif untuk melakukan perlawanan. Gerakan-gerakan populis
untuk menyadarkan masyarakat tentang tontonan yang tidak mendidik harus
dilakukan. Misalnya, dengan gerakan satu hari tanpa televisi, kampanye tontonan
yang sehat, memboikot sinetron-sinetron cabul, porno, horor, dan mistik yang
dapat menumpulkan daya piker, memfilter situs -situs porno. Membuat situs-situs
pertemanan yang lebih terfilter dan mengarahkan untuk kegiatan-kegiatan yang
bermanfaat dengan memberi obrolan-obrolan dan informasi - informasi yang
menarik namun sarat ilmu.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Adapun yang
menjadi kesimpulan dari tulisan diatas, sebagai berikut :
1.
Era globalisasi
merupakan suatu zaman yang yang sarat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Apabila hal ini dimanfaatkan dalam hal positif, sungguh sangat besar manfaat
yang akan kita terima untuk perkembangan bangsa. Namun, sebagian orang tak
bertanggung jawab menyalah gunakan kemajuan teknologi dan informasi.
2.
Kurang adanya
filterisasi terhadap informasi yang masuk, membuat siapa saja dapat
mengaksesnya dengan mudah. Khususnya dikalangan pelajar yang sedang memasuki
masa pencarian jati dirinya. Tentulah apa yang mereka lihat atau baca akan
mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku mereka. Apa yang mereka dapatkan,
mereka anggap sebagai suatu kebudayaan baru yang sesuai dengan perkembangan
zaman.
3.
Pola pikir dan
tingkah laku pelajar yang menyimpang dapat merugikan bangsa dan negara, dan
juga kepada diri pelajar itu sendiri . pelajar merupakan generasi muda penerus
bangsa dan negara. Bagaimana bangsa dan negara kedepannya jika generasi penerus
bangsa malah menghancurkan bangsanya sendiri. Mungkin bangsa kita sudah bebas
dari penjajahan beratus-ratus tahun yang lalu, namun tanpa kita sadari, kita
masih terjajah oleh dampak negatif pengaruh globalisasi yang menggerogoti
generasi muda khsusnya pelajar.
4.
Terdapat beberapa
upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pola pikir dan tingkah laku
pelajar di era globalisasi. Misalnya : meningkatkan peran orang tua dalam
memberikan pengarahan dan pengawasan terhadap anak mereka. Membentuk gerakan iqra (membaca). Menanamkan
aqidah shahih (tauhid) akhlak atau
perilaku, dan istiqamah pada agama yang dianaut. Melakukan gerakan budaya
perlawanan (counter culture) terhadap
budaya populer yang boros dan hedonis di media, khususnya televisi.
Saatnya
pelajar menempatkan diri sebagai agen sekaligus pemimpin perubahan. Pelajar harus meletakkan cita-cita dan masa depan
bangsa pada cita cita perjuangannya. Pelajar
atau generasi muda yang relatif bersih dari berbagai kepentingan harus
menjadi aset yang potensial dan mahal untuk kejayaan dimasa depan. Saatnya
pelajar atau generasi muda memimpin perubahan. Pelajar atau generasi muda yang tergabung dalam
berbagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda memiliki prasyarat awal untuk
memimpin perubahan. Pelajar atau
generasi muda harus bersatu dalam
kepentingan yang sama (common interest)
untuk suatu kemajuan dan perubahan. Tidak ada yang bisa menghalangi perubahan
yang diusung oleh kekuatan generasi muda, sepanjang moral dan semangat juang
tidak luntur. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar dapat memilih mana
yang baik dan benar bagi pelajar . Karena itu, tidak semua kebudayaan asing
baik dan cocok untuk diterapkan pada masyarakat Indonesia. Seharusnya generasi
muda khususnya pelajar lebih memfilter lagi budaya asing dan perkemangan
teknologi di era globalisasi ini.
DAFTAR PUSTAKA
Sunarti,Sri &
Suhardi.(2009).Sosiologi3. Jakarta
Timur: PT Sumber Bahagia Concern.
Suteng Bambang S & Saptono. (2007). Sosiologi Jilid 1. Jakarta : PT Phibeta
Aneka Gama.
Susilo,Rachmad
Kristiono Dwi. (2007). Sosiologi Jilid 2. Karanganyar : CV Graha Multi Grafika.
Daldiyono, Prof. Dr.
dr. (2009). How to Be a Real and Successful Student. Jakarta : PT Gramedia
Pustaka Utama.
DAFTAR ISI

like. Ijin copy
BalasHapussakti gan
BalasHapusJempol Buat Abang
BalasHapusMohon ya kalau ingin meng copy karya punya orang lain. Minta ijin dulu ke creator original nya. Anda jelas-jelas sekali meng copy dari punya saudari Vina
BalasHapusIni link original karya original nya kak Vina ya http://vinaxxi.blogspot.co.id/2015/11/makalah-dampak-sosial-media-bagi.html
ngga kebalik mbak?
Hapussangat menginspirasi, izin untuk dijadikan referensi blog terimakasih
BalasHapus